Laman

Kamis, 14 April 2011

KEBUDAYAAN KOREA

1. Tentang Korea dan Sejarah Singkatnya.
         
Nama asli Negara korea adalah Taehan Min’Guk dengan luas wilayah 98.400 km² dan jumlah penduduk sebanyak 48.289.037 jiwa. Bentuk Negara republic dengan kepala Negara Presiden, kepala pemerintahan perdana menteri, dan system pemerintahan presidensial terpusat. Ibu kota Korea Selatan adalah Seoul, dengan bahasa nasional Korea dan mata uang Korsel adalah Won. Kebanyakan penduduk Korea beragama Kristen, Buddha, dan Chongogyoisme. Lagu kebangsaan Korea Selatan adalah Aegukga.
          Sejarah awal Korea berkisar di sekitar kerajaan kuno Choson yang muncul sekitar 2.300 tahun sebelum Masehi. Pada sekitar abad ke-2 sebelum Masehi, bangsa Cina mendirikan koloni di daerah kerajaan tersebut. Namun, lima abad kemudian, bangsa Korea mengusir mereka keluar. Sejak itu, muncul sebuah kerajaan, yaitu kerajaan Silla. Kerajaan Silla (668 – 935) membawa puncak ilmu pengetahuan dan budaya yang besar. Akibat adanya kerusuhan yang terjadi di dalam negeri pada abad ke 10, dinasti Silla jatuh dan digantikan oleh dinasti Koryo. Selama periode kepemimpinan dinasti Koryo (935 – 1392), Korea mengalami banyak serbuan. Tentara Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan menyerbu dan akhirnya menguasai Korea sehingga Korea menjadi bagian kekaisaran Mongol.
Setelah runtuhnya Mongol pada akhir abad ke-14, berbagai golongan bangsawan dan militer berusaha memegang kekuasaan di Korea . Akhirnya, seorang jenderal yang bernama Yi Sung-Gy menghilangkan pemerintahan yang korup dan mendirikan dinasti Yi (1392 – 1910). Kongfucuisme diperkenalkan sebagai agama resmi. Reformasi politik dan social dimulai. Ibu kota negara dipindahkan dari Kaesong ke Seoul . Namun, Korea masih tetap terancam oleh Cina dan Jepang. Kedua negara tersebut ingin menguasai Korea untuk memperluas wilayah mereka. Setelah serangan yang gagal dari kepang pada tahun 1592 – 1598, Korea jatuh di bawah kekuasaan Manchu dari utara. Beberapa abad berikutnya, Korea menutup diri dari pergaulan dunia menjadi negara pertapa. Pada tahun 1800-an, Rusia, Jepang, dan Cina bersaing untuk menguasai Korea . Setelah perang Rusia – Jepang pada tahun 1904 – 1905, Jepang bergerak ke semenanjung Korea dan mendudukinya pada tahun 1910. Pada tahun 1919, penduduk Korea mengadakan demonstrasi secara damai karena menginginkan kemerdekaan. Akan tetapi, polisi Jepang membubarkannya, malah ada yang dibunuh dalam aksi tersebut.
Pada tahun 1945, di akhir perang dunia II, tentara Uni Soviet menduduki bagian utara Korea sedangkan tentara Amerika di bagian selatan. Setelah membuat suatu perjanjian, Korea dibagi sejajar dengan garis lintang 38˚. Pada bagian selatan berdirilah Republik Korea , sedangkan di daerah utara didirikan Republik Demokratik Rakyat Komunis. Pada tanggal 25 Juni 1950, tentara Korea Utara menyerang Korea Selatan dalam upaya menyatukan Korea dibawah kekuasaan komunis. Korea Utara yang memakai persenjataan yang disediakan oleh Uni Soviet menang atas Korea Selatan. Akan tetapi, atas bantuan PBB, Korea Selatan diselamatkan atas kekalahan dan pertempuran pun diakhiri dengan gencatan senjata pada bulan Juli 1953. Sejak saat itu, berbagai perundingan yang dilakukan untuk menyatukan Korea selalu gagal.

2. Keadaan social budaya Korea Selatan
a)     Budaya Perkawinan
Kebudayaan garis keluarga di Korea adalah berdasarkan atas sistem Patrilinial. Pria memegang peranan penting dalam kesejahteraan keluarga dan diwajibkan untuk bekerja. Wanita diperbolehkan untuk bekerja hanya kalau diperbolehkan oleh suami atau jika hasil kerja suaminya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tugas utama wanita adalah untuk mengasuh anak dan menjaga rumah.
Budaya perkawinan Korea sangat menghormati kesetiaan. Para janda, jika suami mereka mati muda, tidak dizinkan menikah lagi dan harus mengabdikan hidupnya untuk melayani orang tua dari suaminya. Begitu juga yang terjadi pada seorang duda yang harus melayani orang tua dari istrinya walaupun istrinya tersebut mati muda.

b)    Budaya dalam hal keturunan
Dalam budaya Korea , keturunan atau anak dianggap sebagai sebuah anugerah yang amat besar dari Tuhan. Oleh karena itu, setiap keluarga disarankan untuk memiliki paling tidak seorang keturunan. Oleh karena budaya yang amat menghormati anugerah Tuhan tersebut, aborsi yang bersifat sengaja akan diberikan hukuman yang amat berat secara adapt, yaitu hukuman mati kepada sang Ibu dan orang lain yang mungkin terlibat di dalamnya, seperti suaminya (jika suaminya yang memaksa), dokter (jika dokter yang memberikan sarana untuk aborsi), dan lain-lain. Akan tetapi, secara hukum, tidak akan diadakan hukuman mati. Hukuman mati biasanya hanya dilaksanakan di daerah pedalaman Korea di mana adat masih berpengaruh secara kuat.
Pembagian harta warisan dalam budaya ini amatlah adil. Tanpa memperdulikan jenis kelamin, keturunan dari seseorang akan mendapatkan pembagian harta dengan jumlah yang sama dengan saudara-saudaranya. Akan tetapi, dalam prakteknya ini tidak selalu terjadi. Kebanyakan orang tua menyisihkan lebih banyak harta warisan kepada anak tertua mereka.

c)     Budaya Makanan
Dalam budaya Korea , ada satu makanan khas yang memiliki suatu arti yang tidak dimiliki oleh makanan lainnya. Makanan ini disebut kimchi. Di setiap session makanan, ketidakberadaan kimchi akan memberikan kesan tidak lengkap. Kimchi adalah suatu makanan yang biasanya merupakan sayuran yang rendah kalori dengan kadar serat yang tinggi (misalnya bawang, kacang panjang, selada, dan lain-lain) yang dimasak sedemikian rupa dengan bumbu dan rempah-rempah sehingga menghasilkan rasa yang unik dan biasanya pedas. Dalam kenyataannya (menurut hasil penelitian kesehatan WHO), jenis-jenis kimchi memiliki total gizi yang jauh lebih tinggi dari buah manapun.
Hal yang membuat kimchi menjadi makanan yang spesial ada banyak faktornya. Faktor pertama adalah pembuatannya. Kimchi (dalam hal ini adalah kimchi yang dihidangkan untuk acara-acara spesial, bukan kimchi untuk acara makan biasa dan sehari-hari) dibuat oleh wanita dari keluarga bersangkutan yang mengadakan acara tersebut dan hanya bisa dibuat pada hari di mana acara tersebut dilaksanakan. Semakin banyak wanita yang turut membantu dalam pembuatan kimchi ini, semakin “bermakna” pula kimchi tersebut. Kimchi juga merupakan faktor penentu kepintaran atau kehebatan seorang wanita dalam memasak. Konon katanya, jika seorang wanita mampu membuat kimchi yang enak, tidak diragukan lagi kemampuan wanita tersebut dalam memasak makanan lain. Faktor ketiga adalah asal mula kimchi. Kimchi pada awalnya dibuat oleh permaisuri dari Raja Sejong sebagai hidangan untuk perayaan Sesi.

d)     Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, dan Bahasa Korea Selatan
Ada sebuah tradisi / kebiasaan yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya. Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). Matahari, menurut adat Korea , tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat.
Dalam tradisi sesi, ada lima dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan seseorang. Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan “complete food session”.
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah sepanjang tahun.
Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa”. Ada beberapa alat musik tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum (alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar). Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.
Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea . Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea. Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia.

referensi :

Korea KAIST Undergraduate Scholarships 2011-2012

Beasiswa S1 S2 KAIST Scholarship for International Students for Undergraduate and Graduate Studies, South Korea 2011-2012
Korean Advanced Institute of Science & Technology (KAIST) one of the top / leading university in South Korea, has announced Undergraduate International Student Admissions for the session September / Fall 2011. KAIST under graduate scholarship is very competitive. Once the students in selected by KAIST, his/her tuition fee is waived off and he/she will get schloarship based on KAIST policy”.
For Undergraduate:

Eligibility
- Applicants of non-Korean nationality

Application for Master’s / Master’s Doctorate Integrated Program
Eligibility
- Students of foreign nationalities (Non-Korean)
- Applicants who have obtained or will obtain undergraduate degree/diploma by August 31, 2011.
* For Additional Eligibility for Application for MBA Programs, Global Information & Telecommunication Technology Program, Graduate School of Medical Science & Engineering, and Graduate school of Innovation & Technology Management, please refer to the following web sites.
Application for Doctorate Program Admissions
I. Eligibility
- International applicants for our graduate programs must be foreign. (Non-Korean)
- Applicants who have obtained or will obtain Bachelor’s and Master’s degree/diploma by August 31, 2011.
* For Additional Eligibility for Application for Global Information & Telecommunication Technology Program, Graduate School of Medical Science & Engineering, and Graduate school of Innovation & Technology Management
Scholarship Application Deadline:
Undergraduate program:March 2, 2011. 10 a.m.~ April 15, 2011. 5 p.m.
Graduate program: Apr 1st, 2011, 10:00A.M. Fri ~May 2nd, 2011, 5:00P.M. Mon



sumber : Scholarships Info

‘Korea Selatan’ Meminta Dukungan ‘Indonesia’

JakartaKorea Selatan meminta dukungan Indonesia untuk mencalonkan menjadi ketua The United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC) dan tuan rumah penyelenggaraan konvensi pada 2012.

Korea juga mengajak Indonesia berbagi pengalaman karena Indonesia pernah duduk menjadi ketua. Korea mengaku siap dengan sejumlah konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. “Ada permintaan dukungan secara spesifik, Korsel menyatakan kesiapannya dan berbagai upaya yang siap dilakukan,” kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah usai mendampingi Presiden menerima utusan khusus Presiden Korea Selatan di Kantor Presiden, Rabu 30 Maret 2011.

Presiden Yudhoyono menerima utusan khusus Presiden Korea Selatan, Han Seung Soo yang sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri Korea Selatan sejak tahun 2008. Kedatangan Han Seung khusus untuk membawa satu surat dari Presiden Lee Myung Bak yang diberikan secara langsung kepada presiden RI. Dalam kesempatan itu, Presiden Yudhoyono didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta.

Faizasyah memaparkan ada dua negara yang akan mencalonkan diri menjadi ketua United Nations Framework Convention on Climate Change, yaitu Korea Selatan dan Qatar. Sejak 2006, Indonesia pernah menjadi mediator pencalonan kedua negara dan belum ada titik terang dalam pelaksanaannya.
Meski Indonesia belum bersikap soal dukungan itu. Presiden Yudhoyono menanggapi secara positif permintaan dan penyampaian dari pihak Korea Selatan. Pemerintah Korea memiliki banyak kesamaan dengan prioritas pemerintah saat ini. “Saya garisbawahi di sini kita belum pernah memberikan satu statement dukungan kepada satu negara, apakah itu Qatar. Namun dari pembahasan tadi banyak hal positif yang dapat kita simak terkait dengan kesiapan Korsel,” katanya.
Jika Korea akan maju, Presiden Yudhoyono mengingatkan faktor kepemimpinan penting sekali dalam membawa perbaikan. Hal itu berkaitan Indonesia yang berpengalaman melahirkan Bali Plan of Action, road map ke depan. Faizasyah mengakui dalam satu tahun ke depan adalah masa yang kritis, kritis bukan dalam arti negatif, tapi satu masa yang perlu diisi dengan satu komitmen baru karena Kyoto Protocol sudah akan berhasil.
Bali Road Map, kata dia, masih terus dinegosiasikan, jadi perlu satu negara yang bisa memiliki satu kepemimpinan yang kuat yang memiliki komitmen terhadap masalah lingkungan dan memiliki semacam visi ke depan. “Yang penting, bagaimana merumuskan Bali Road Map dalam satu kerangka kerjasama yang bisa diterima negara parties, negara anggota UNFCC. Kita melihat Korsel memiliki kapasitas untuk itu,” katanya.
Indonesia, kata Faizasyah, juga tetap akan berusaha, dengan berbagai lobi. Indonesia memiliki kapasitas, karena telah membawa anggota lain menyepakati agenda yang di Copenhagen tidak berhasil dilakukan. “Di Mexico sendiri ada hasil, tapi sekarang kepemimpinan beralih ke negara asia, bagaimana asia memainkan satu peranan, Indonesia siap berkontribusi dan memastikan keberhasilan keketuaan apabila ternyata dukungan terhadap Korsel meluas,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Faizasyah menambahkan, pertemuan juga membahas kerja sama Korsel dengan Pemerintah Provinsi Kalimatan Tengah dalam konteks reduction emission for deforestation and destruction (REDD). Menurut Faizasyah, itu proyek kerja sama rintisan dengan skema untuk mengurangi emisi. “Ada satu institut yang dikembangkan di Korsel bernama Double Green Growth Institute, mereka akan aplikasikan apa yang mereka pelajari dan kembangkan dalam kerjasama dengan Kaltim,” ujarnya.
Kerjasama yang direncanakan juga beragam, seperti bagaimana melestarikan hutan yang diimbangi penyediaan lapangan kerja. Agar masyarakat di daerah bisa jadi bagian pelestarian lingkungan. “Sehingga komitmen kita untuk tidak melakukan deforestation bisa diimplementasikan,” katanya.

sumber : asianfansclub

Jumat, 08 April 2011

PROPOSAL PENELITIAN

Sebelum memulai penulisan karya ilmiah, hal-hal yang perlu disiapkan adalah
topik tulisan yang sudah jelas, perumusan masalah (research question / thesis
statement) yang pasti, dan sumber-sumber informasi yang menunjang. Dengan
berbekal 3 hal tersebut, proposal disusun untuk memberikan gambaran awal dari
tulisan karya ilmiah atau penelitian yang akan dibuat/disusun.
 
Format proposal
Proposal merupakan gambaran awal dari penelitian atau tulisan karya ilmiah yang
akan dibuat. Hal-hal yang perlu dituliskan pada proposal adalah :
1. latar belakang : berisi latar belakang menulis atau melakukan penelitian
pada topik yang dipilih, hal-hal yang menarik atau menimbulkan
pertanyaan dari topik ini, pentingnya topik ini untuk diangkat sebagai
tulisan atau untuk diteliti
2. perumusan masalah : berisi thesis statement atau research question
yang ditulis secara singkat dan jelas dalam bentuk pernyataan atau
pertanyaan.
3. batasan masalah: menjelaskan batasan-batasan penelitian atau tulisan,
misalnya hal-hal yang tidak akan dibahas atau diteliti, lingkungan yang
ditentukan sebagai pembatas, batasan data atau jumlah materi yang
melingkupi penelitian atau tulisan.
4. tujuan penelitian: tujuan ditinjau dari aspek keilmuan dan aspek praktis
dari sudut pandang pengguna (berhubungan dengan manfaat
penelitian/penulisan)
5. landasan teori : secara singkat memberikan penjelasan teori-teori
pendukung yang akan digunakan dalam menulis atau melakukan
penelitian.
6. Spesifikasi sistem : menjelaskan secara umum kebutuhan
software/hardware, kemampuan program/sistem
7. rencana tahapan penelitian: gantt chart dari rencana pelaksanaan
penelitian
8. daftar pustaka : bibliography sumber-sumber informasi yang digunakan
dengan mengikuti aturan sebagai berikut :
a. Untuk pustaka dalam bentuk buku yang diterbitkan terdiri
atas :
nama pengarang (nama keluarga, nama depan), Judul buku (dicetak
miring), Kota Penerbit : Nama Penerbit, tahun penerbitan. Sebagai
contoh,
Cleveland, Donal D. Introduction to Indexing and Abstracting.
Englewood : Librairies Unlimited, Inc., 2001.
b. Pustaka dalam bentuk Jurnal tercetak : nama pengarang
(nama keluarga, nama depan, “judul artikel”, Nama Jurnal (cetak
Miring) , Nomer, Bulan dan Tahun Terbit, halaman. Contoh:
Dugan, Maire A. “Nested Paradigm”, Annals, IX, March 2001, hlm.
56.
c. Pustaka dalam bentuk Jurnal Online : nama pengarang (nama
keluarga, nama depan, “judul artikel”, nama jurnal (cetak miring),
nomer, bulan dan tahun terbit, halaman, nama database. Database
on-line. Nama vendor database. Tgl akses artikel tersebut
(tgl/bln/tahun). Contoh:
McRae, John R. "Buddhism." Journal of Asian Studies 54, no. 2,
1995, hal 354-371. ABI/Inform. Database on-line. UMI-Proquest;
tgl akses 13 May 1996.
Woodworth, Griffin Mead, “Hackers, Users, and Suits: Napster and
Representations of Identity”,Popular Music & Society., Vol. 27 no 2,
Juni 2004, hal 161-184, Academic Search Premier. Database online.
EBSCO. Tgl akses 21 Sept 2005.

Understanding Web Users

Memahami konsep & penggunaan web-safe font
Ada satu perbedaan sangat mencolok dalam mendesain web dibandingkan desain untuk media print / cetak: kompatibilitas / ketersediaan font.
Dalam desain untuk media print, anda bisa menggunakan font apa saja yang anda inginkan. Ketika desain tersebut dicetak ke media yang diinginkan, semuanya beres.
Hal berbeda terjadi untuk media web (dan kebanyakan media digital lainnya). Anda tidak bisa menggunakan sembarangan font untuk desain anda (kecuali anda menggunakan text replacement, image replacementatau @font-face nya CSS3 – kita bahas belakangan dalam tulisan ini). Hal ini dikarenakan sistem kerja media web sendiri: saat anda mendesain sebuah halaman html, halaman tersebut menggunakan font yang tersedia di sistem operasi anda. Saat halaman html tersebut diakses dan dibuka di komputer pengguna (komputer lain), font yang digunakan pada halaman html tersebut belum tentu tersedia di komputer pengguna. That’s the problem.
Karena permasalahan ini, muncul lah konsep web-safe font.
Sederhananya, web-safe font adalah font yang hampir pasti akan tersedia di semua komputer karena disediakan by default oleh sistem operasi yang digunakan (Windows, Mac & Linux). Dan jika tidak tersedia, setidaknya terdapat font “padanan”-nya yang dapat menggantikan font tersebut.