Laman

Kamis, 14 April 2011

Tentang Penduduk Korea Selatan

POPULASI
Korea memiliki jumlah populasi penduduk sebanyak 48,422,644 (data tahun 2005). Kepadatan penduduknya adalah sekitar 493 jiwa per kilometer persegi, merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Mayoritas populasi penduduk korea tinggal di bagian selatan dan timur.

Populasi penduduk korea terus menurun tiap tahunnya dari angka pertambahan penduduk 3% lebih pada tahun 1950 menjadi 0.38% pada tahun 2005. Urbanisasi di Korea meningkat pesat sejak tahun 1960, migrasi dari desa ke daerah perkotaan menjadikan sekitar 80% populasi penduduk Korea saat ini digolongkan sebagai penduduk urban.

Pemisahan semenanjung korea, pada tahun 1948, membuat lebih dari 4 juta orang dari Korea Utara melintas perbatasan menuju Korea Selatan. Peningkatan populasi ini selanjutnya diimbangin dengan emigrasi penduduk Korea, terutama ke Jepang atau Amerika Serikat dalam kurun waktu 40 tahun. Namun sejalan dengan perkembangan ekonomi dan kemajuan iklim politik di Korea Selatan pada permulaan dan pertengahan tahun 1990-an menyebabkan laju emigrasi penduduk Korea menurun, penurunan ini terutama terjadi pada akhir tahun 1980-an. Banyak penduduk Korea yang sudah beremigrasi memutuskan untuk kembali ke Korea Selatan.

SUKU
Korea Selatan seperti halnya Korea Utara merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki etnis penduduk yang homogen. Hampir seluruh penduduknya merupakan bangsa etnis Korea. Penduduk Korea adalah keturunan bangsa Neolithic yang bermigrasi ke semenanjung Korea dari timur laut kepulauan Asia, termasuk daerah Siberia sekitar tahun 5.000 sebelum masehi. Pendatang baru ini menggantikan budaya Paleolithic yang telah terlebih dahulu masuk ke Korea selama sekitar 40.000 tahun.

Masyarakat keturunan Cina merupakan kelompok minoritas di Korea. Populasi penduduk Korea juga terdiri dari para pendatang dari negara-negara asing, meliputi para pekerja dan pengusaha dari wilayah selatan dan tenggara Asia, diplomat asing dan masyarakat professional dari berbagai negara di dunia.

BAHASA
Bahasa nasional Korea adalah bahasa Korea, jenis bahasa yang yang tidak dapat dikategorikan ke dalam kelompok bahasa apapun, walaupun seringkali dimasukkan ke dalam keluarga bahasa Altic. Tata bahasa Korea hampir sama seperti bahasa Jepang. Karena sejarah panjang hubungan dengan Cina, banyak perbendaharaan katanya memiliki kosakata bahasa Cina. Bahasa Korea ditulis dalam huruf Hanggul, yang pertama kali diperkenalkan tahun 1446 pada masa pemerintahan Raja Sejong dari dinasti Choson (1392-1910).

Bahasa Korea tidak memiliki huruf sendiri sampai diciptakannya Hanggul. Sebelumnya. Bahasa Korea ditulis dalam huruf Cina yang dimodifikasi. Huruf gambar Cina atau karakter, merepresentasikan kata atau arti daripada sebuah pengucapan. Karena dikembangkan dari bahasa yang berbeda, huruf ini tidak mencerminkan bunyi atau tata bahasa Korea. Dengan alasan tersebutlah, raja Sejong membuat sebuah komisi yang bertugas untuk menciptakan Hanggul, tulisan yang terdiri dari simbol-simbol bunyi yang merepresentasikan secara akurat pengucapan bahasa Korea.

Walaupun agak rumit, Hanggul mudah dipelajari, seperti keinginan raja Sejong untuk memperbanyak jumlah tulisan Korea dalam sekolah-sekolah di Korea. Huruf Cina masih merupakan tulisan yang digemari dan bergengsi pada pendidikan kelas atas sampai abad ke-20, ketika Hanggul diperkenalkan dan digunakan secara luas sebagai simbol dan identitas bangsa Korea. Dewasa ini, tulisan Korea seringkali menggabungkan tulisan Hanggul dan beberapa karakter Cina.

AGAMA
Agama Budha dan Kristen merupakan dua agama terbesar di Korea Selatan. Namun demikian, banyak warga Korea Selatan yang tidak memiliki agama dan pada prakteknya lebih sering menggabungkan system kepercayaan di dalam kehidupan mereka. Menyebabkan, perbedaan agama yang satu dengan yang lainnya menjadi samar.

Confusianisme, lebih merupakan filosofi moral ketimbang sebuah agama, dalam berbagai hal lebih terkemuka dalam kebudayaan Korea daripada berbagai agama yang ada. Confusianisme diperkenalkan pertama kali di Cina 2000 tahun yang lalu. Banyak ajarannya menggabungkan kehidupan sosial dan moral bangsa Korea. Confusianisme memberikan bukti dalam prakteknya, seperti memberikan prioritas utama dalam pendidikan dan menghormati yang lebih tua, dan juga upacara adat untuk mengenang nenek moyang.

Ajaran Mahayana dari agama Budha diperkenalkan dari India melalui Cina pada abad ke-4. Kerajaan-kerajaan di Korea menjadikan agama Budha sebagai agama resmi pada permulaan tahun 500 sampai 1392, ketika dinasti Choson mulai memperkenalkan Neo-Confusianisme sebagai ideology bangsa dan mulai mengucilkan agama Budha. Saat penganut Budha menyebar di berbagai daerah di Korea, dan banyak terdapat biara dan candi Budha. Penganut Budha Son, yang menitikberatkan pada meditasi, berasal dari Cina yang dikenal sebagai penganut Budha Chan, dan pada akhirnya berpindah dari Korea ke Jepang, yang lebih dikenal sebagai penganut Budha Zen.

Taoism lebih dikenal To-gyo di Korea, merupakan filosofi mistis yang juga diperkenalkan dari cina bersamaan dengan ajaran Budha. Banyak prinsipnya sama dengan kebudayaan Korea seperti menitikberatkan keselarasan dengan alam, kesederhanaan, kemurnian, dan keabadian.

Korea secara resmi tertutup untuk kalangan misionaris sampai tahun 1882, walaupun pengetahuan akan agama Kristen sudah dikenal sebelumnya. Keanggotaan di dalam persatuan Kristen sangat berkembang sejak tahun 1950-an, dan saat ini Korea adalah negara dengan penganut Kristen terbesar di asia timur. Sekitar tiga perempat penganut Kristen Korea adalah protestan, sementara sisanya adalah penganut Katolik Roma.

Ratusan agama baru dapat ditemukan di Korea. Hampir semua agama baru ini adalah sinkretik, yang berarti menggabungkan berbagai sistem kepercayaan yang berbeda. Salah satu yang terkenal adalah gereja persatuan, didirikan tahun 1954 oleh Sun Myung Moon. Salah satu agama baru yang tertua adalah Ch’ŏndogyo (mengajarkan jalan kesenangan), didirikan tahun 1860. agama ini menggabungkan elemen ajaran Confusianisme, Budha, Kristen, Daoisisme dan Shamanisme

Shamanisme Korea berakar pada kebudayaan kuno wilayah timur laut Asia. Kepercayaan ini merupakan sistem kepercayaan masyarakat kuno yang merupakan hal penting dalam warisan kebudayaan Korea. Didasari oleh kepercayaan animisme, Shamanisme menitikberatkan pada ritual atau upacara ramalan oleh penganut kepercayaan (Mudang), yang kebanyakan adalah wanita. Walaupun Shamanisme bukan merupakan agama, banyak masyarakat Korea yang berkonsultasi dengan penganut Shamanisme ketika merasakan kesedihan atau kesusahan. Selain itu, aturan Shamanisme yang mempercayai bahwa setiap objek di alam memiliki arwah dan jiwa masih dipercaya luas di Korea selatan.

sumber : KBRI SEOUL

Tidak ada komentar: